Pemimpin Berkarakter Dan Amanah

Bila ada kondisi yang salah, pemimpin tidak terpaku pada hal-hal buruk melainkan berusaha mencari cara atau peluang untuk membuat hal-hal yang lebih baik. Sedangkan pemimpin melihat bakat dan prestasi orang lain sebagai aset, karena mereka memiliki keyakinan atas Game Gacor bakat dan prestasinya sendiri. Sehingga pemimpin ingin membuat hal-hal yang lebih baik dan mereka selalu menemukan aset, karena seorang pemimpin adalah pemain tim sejati. Mereka tidak takut mengakui bahwa mereka membutuhkan orang lain untuk menjadi kuat.

Yang tak kalah pentingnya, seorang peminpin tersebut harus yang suka ata gemar berzakat atau bersedekah. Soalnya, zakat itu bukan hanya bertujuan membersihkan harta yang kotor, tetapi juga untuk memberikan hak orang lain. Tegasnya, seorang pemimpin yang rajin berzakat dan berinfak, tidak akan korupsi.

Sebuah watak menjadi pemimpin

Pemimpin meski punya kepercayaan diri namun mereka sadar bukan manusia super atau tidak pernah salah. Mereka tidak segan untuk belajar dari siapa saja, bahkan tidak malu untuk belajar dari bawahan, rekan, atau atasan. Pengikut terlalu sibuk berusaha untuk membuktikan bahwa mereka kompeten sehingga lupa untuk belajar dari orang lain. [newline]Masyarakat Jawa Timur masih sangat kental terhadap budaya dasar Mataram. Ada 10 sub kultur budaya Jawa Timur, namun yang paling jernih alur regenerasi budaya kerajaan Mataram adalah sub kultur Jawa Mataraman. Sedangkan 9 sub kultur lainnya sudah mengalami penyatuan dengan budaya lokal maupun terakulturasi dengan budaya lain. Adapun ciri khas Jawa Mataraman adalah masih kuatnya budaya guyup ruyun dan tepo seliro dalam keseharian mereka.

Mereka berada di baris pertama, untuk membuat segalanya berjalan dengan baik. Kerumitan atau kompleksitas, merupakan suatu struktur organisasi yang menggunakan acuan terhadap jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi. Teori kepemimpinan servant atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai pelayan pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970-an.

Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, tidak akan ada pimpinan. Pemimpin yang buruk biasanya jarang berdiskusi dengan bawahannya tapi dia menuntut timnya untuk solid. Padahal, strong tidaknya sebuah tim juga dinilai dari adanya komunikasi yang baik antara atasan dengan bawahan.

Seorang pemimpin haruslah memiliki sikap welas asih seperti sifat-sifat bumi. Pemimpin hendaknya meneladani sikap & sifat Dewa Yama, dimana Dewa Yama selalu menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yg berlaku demi mengayomi rakyatnya. Harus menindak tegas abdinya, jika mengetahui abdinya itu memakan uang rakyat & mengkhianati negaranya. Dewa Yama memiliki sifat seperti mendung , mengumpulkan segala yg tidak berguna menjadi lebih berguna. Namun, tidak semua pemimpin mempunyai gaya kepemimpinan yang ideal.

Masalah yang selalu terdapat dalam membahas fungsi kepemimpinan adalah hubungan yang melembaga antara pemimpin dengan yang dipimpin menurut rules of the sport yang telah disepakati bersama. Kemampuan dan ketrampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting effektifitas manajer. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menseleksi pemimpin-pemimpin efektif akan meningkat.

Di masa depan, persoalan kita sudah sangat berbeda, dan untuk menghadapinya dibutuhkan tipe kepemimpinan yang juga berbeda. Cepat atau lambat, masyarakat kita akan semakin kritis dan mulai mengerti hak-haknya. Mereka tidak ingin hanya menjadi obyek yang terus menerus diatur oleh pemimpin mereka. Pemimpin saat ini juga diharapkan mampu membuat inovasi kebijakan yang berani dan berdampak jauh serta mampu menghadapi persoalan ekonomi yang baru, seperti tuntutan pemerataan dan keadilan.